文章
  • 文章
国际

Bicara seks:Bedanya seks di awal dan akhir 20-an

2015年12月17日下午6:30发布
2015年12月17日下午7:30更新



Kita semua bertambah usia。 Tapi adakah yang benar-benar berbeda dari seks yang(pernah)dirasakan?

Saya maju mundur mau menulis ini。 Soalnya akan jadi sedikit个人。 Sedikiiittt ...

Alasan kenapa saya menulis ini adalah karena saya semacam baru menemukan“pencerahan”。 Saya selalu menulis dengan prinsip“写作没有人是goint阅读那个”。 Kalau ada yang merasa sama,ya jadi bonus lah。

Berlawanan dengan anggapan populer,sesungguhnya selama satu dekade ke belakang saya menghabiskan hidup hanya dengan satu orang saja。 Yang berarti dan membentuk saya menjadi saya yang sekarang total hanya ada dua laki-laki。 Sisanya ya jadi bahan tulisan,bahan ceritaan sama teman-teman cewek(buat lelaki diluar sana,teman-teman perempuan pasanganmu tahu ukuran penismu dan performamu di ranjang,muahaha!),dan jadi bahan ketawaan。

Tidak harus bersama banyak laki-laki untuk dapat banyak pengalaman tentang seks kok。

Usia 20 awal saya sudah mengenal seks。 Bahkan di usia itu seks sudah menjadi bagian keseharian saya。 Tapi mau di usia berapapun,ayolah,siapa sih yang akan pernah siap dengan seks pertama mereka? Nah apalagi di usia semuda itu。

Betapa pun saya tidak mensakralkan seks,saya masih tetap“terganggu”dengan seks pertama saya。 Dengan ketidaksiapan saya saat itu。 Dengan fakta bahwa saya saat itu mengabaikan“alarm”yang berbunyi。 Yang berkata bahwa saya belum siap,belum nyaman,bahwa seharusnya bisa menyelesaikan baca Anthony Giddens(eh beneran lho),bahwa butuh jarak dan butuh waktu untuk memproses itu semua。 Bagaimana bisa memproses,belum selesai proses berpikirnya sudah langsung ngeseks lagi。 Kenapa tidak menolak? 是的,selalu ada relasi kuasa dan permainan psikologis dalam seks,sadar tidak sadar。 Sesuatu yang kerap baru disadari sekian tahun ke depan。

Lalu entah bagaimana,kemudian seks jadi sesuatu yang menentukan nilai diri。 Pasca pertengkaran,seks seolah jadi pembuktian bahwa diri ini masih diinginkan,bahwa masih ada cinta(ya karena kalau tidak cinta,sudah tak bisa seks dong,logika sederhana waktu itu)。 Saat itu segala ketidaknyamanan dan perasaan“seharusnya seharusnya seharusnya”diabaikan。

Seks yang dilakukan saat tidak siap(berapapun usianya)membuat diri jadi permisif。 Jadi menurunkan cara kita menilai diri。 Jadi mudah memaafkan。 Mudah berkompromi。 Kompromi yang sebenarnya tak jelas dan cenderung merugikan diri。 Bertahan memaafkan ketidaksetiaan atau kekecewaan atau kesedihan(yah terngiang lagu-lagunya Sam Smith deh)。 Salah satunya bertahan karena“Ya dia kan yang pertama buat gue,kalau bukan dia,siapa lagi yang mau sama gue”(hantu masa lalu banget itu,saya sampai sekarang masih kok,kadang terbangun dengan perasaan itu,lalu pakai lipstik merah dan kembali“ waras”)。 Padahal ya banyak lho yang mau(pede sekali kau Nyi Sanak haha​​ha)。

Seks di awal usia 20an,setidaknya bagi saya,hanyalah kedekatan antara tubuh。 Ada 枕头谈话杨terasa bagi kewajiban itu,namun ya entahlah,ada perasaan ketidakpuasan dan ketidaknyamanan yang tersisa。 Belum lagi kalau ditinggal molor。 Memang seks di awal 20an itu gedebag gedebug ,beringas,segala titik dieksplor,segala gaya dicoba,namun kerap kali bahkan jadi sumber masalah dan malah tidak menenangkan(taku​​t digerebek Ibu Kos atau Satuan Keamanan Kampus),bahkan kerap terasa menghampakan。 Membuat terjaga di tengah malam dan bertanya“Apakah hidup hanya begini saja? Apa setelah ini?“

Apakah saya yang melakukannya terlalu cepat sehingga di usia segini sudah secara psikologis kelelahan? 比萨贾迪。 Namun saya yakin,semua perasaan itu valid dan bisa terjadi di rentang usia apapun, 来自各界人士 ,apapun性别dan peran sosial mereka。

Lalu seiring usia beranjak ada yang hilang yang tidak bisa digantikan oleh seks,sehebat apapun sensasi orgasme yang dihasilkan。 Seolah pemanis buatan dari donat seharga 2000 rupiah yang dijual abang-abang pinggir jalan,aftertaste -nya ngga enak。 Usia bertambah namun masih ada perasaan takut ditinggalkan,tidak nyaman,cemas,sesak napas,bahkan malah sampai depresi。 Padahal dengan pasangan。 Atau dengan orang yang dicintai。 Kalau seks dengan pasangan atau kekasih tidak lagi nyaman,berarti ada yang salah。 Tidak apa-apa mengakui itu。 Berarti ada yang perlu diperbincangkan。 Dan bisa jadi akarnya malah justru bukan seks。

Namun perlu keberanian。 Perlu keberanian untuk mengalahkan segala hasrat dan birahi yang turut membentuk persepsi diri itu(entah kalau untuk laki-laki,kayanya yang semacam ini lebih banyak terjadi pada perempuan sih)。 Perlu keberanian untuk berkata“Sudah”atau“Tidak”。 Kadang terasa“sudah”,padahal ya disenggol sedikit masih saja runtuh,masih berpikir“ngga papa deh bertahan,coba sekali lagi”,lalu 化妆性 Kalau kata Mas Adam Levine sih,“ 温暖的记忆床可以暂时治愈我们 ”。 Tapi seks jelas bukan obat untuk jiwa yang terluka dan hampa。

Kalau ada yang sudah punya kepercayaan diri yang matang di usia semuda itu,wah salut。 Banyak yang sampai sekarang masih berjuang setiap hari untuk membangun kepercayaan diri。 Kalau sudah punya kepercayaan diri dan fondasi psikologis yang kuat,dengan mengesampingkan argumen moral,mau fuck buddy -an,mauménageatrois kek(bahasa keren cinta segitiga haha​​)kek,mau open relationship kek,mau main Tinder kek,ya silahkan。

卡潘? Kapan perlu berani bicara tentang seks? Kapan perlu berani bicara tentang segala perubahan yang ditimbulkan oleh seks? Kapan tahu bahwa seks bukan lagi alasan bertahan? 杨tahu kapan ya si perempuan itu sendiri。

Dan di penghujung usia 20 saya ini(yak ketahuan deh umur saya,bodo amat haha​​ha),saya merasa seks sudah bukan lagi sesuatu yang ... menarik。 Belum menopause kok sudah ngga kepengen seks iki piye hahaha。

Bukan begitu juga sih。 Tapi ketika sendiri(maklum,belum pernah benar-benar sendirian),lepas dari seks,makna diri perlahan terbentuk。 Perlahan tahu apa yang diinginkan dan bagaimana cara mencapainya。 Ketika fokus pada diri,menyayangi diri dan tubuh yang sudah sedemikian sering dan banyak dilukai ini,ada ketenangan yang tidak bisa digantikan orgasme macam apapun。 Menyadari bahwa seks justru kadang membuat perempuan malah tidak menghargai diri。 Sampai mau saja gitu memalsukan orgasme demi menyenangkan ego pasangan。

Ya iya sih,kadang terpikir soal seks,sampai kepengen juga jujur。 Padahal lupa sama sekali rasanya lho。 Tapi pada akhirnya setelah berkontemplasi(tsaaah),saya tidak butuh seks。 性疲劳 atau lelah seks mungkin haha​​ha。 Kalau kata teman saya waktu itu,“Standar sudah turun dari fuck buddy jadi nyender buddy ”。 Jangankan nyender buddy ,duduk-sebelahan-dalam-diam buddy malah。 Tanpa kontak fisik。 Setidaknya sekarang。

Bukan seks lagi yang diinginkan。 Tapi pemenuhan diri。 Pencapaian。 成就 Dan jika bicara seks,lebih ke keintiman。 Tak lagi masalah ukuran penis,diameter,kelengkungan,bentuk,daya tahan,dan kemampuan memainkan tempo,lebih ke koneksi antar pikiran yang terjalin。 Sesuatu yang di usia 20an awal sering diabaikan untuk kenikmatan sesaat(njir bahasa gue)。 Di akhir 20an ini,keinginan untuk terkoneksi antar pikiran saat seks terasa lebih mendominasi dibandingkan sensasi fisik。 友谊? 比萨贾迪。

Di akhir 20an ini,saya jadi lebih jujur untuk mengakui apa yang saya inginkan dari seks。 Sudah menempuh perjalanan sejauh ini,ngga cuma jatuh bangun,bahkan sampai mblesek ,masa iya masih ngga tahu apa yang dimau dari seks。 Tahu apa yang dimau,tahu apa yang tidak dimaui,tahu bagaimana harus mencapainya,dan bagaimana harus menghindarinya。

Meski di sisi lain ada juga sih,yang di usia akhir 20an dan 30an awal baru heboh-hebohnya karena habis menikah sehingga merasa lebih bebas bereksplorasi karena ngga lagi takut kegep tetangga kos,baru program bikin anak(asli,setiap ada yang bilang“lagi program “,saya langsung membayangkan pasangan itu ngeseks dengan liar di mana saja di rumah kapan saja sempat haha​​ha),atau ya masih menikmati periode pacaran sehabis menikah。 Ya bagus lah, 让他们的生活想通了 Atau mungkin“akhir 20an”mereka akan tiba di usia 40? 谁知道嘿嘿

Saya,bagi saya sekarang,yang sudah tahu orgasme itu apa(sombong!Meski lupa rasanya haha​​ha),sudah tahu betapa tidak enaknya menggantungkan diri pada seks,membiarkan diri dikontrol oleh seks dan cara pasangan memperlakukan kita saat seks,ketakutan mengkomunikasikan ketidaknyamanan dan ketidakbahagiaan, salah satunya saat seks,tahu bahwa tidak menikmati seks dengan pasangan itu tidak salah,yang lebih membuat saya birahi saat ini adalah mencapai segudang cita-cita dan impian yang lama saya masukkan lemari,dengan cara yang tak terduga。 Yang membuat birahi adalah 有所期待 Dan jika kemudian di tengah jalan bertemu 高大的黑暗英俊的陌生人杨bisa memberi saya kenyamanan dan bahkan orgasme dahsyat,ya itu bonus。 -Rappler.com

Anindya Pithaloka adalah seorang撰稿人杨percaya pada kekuatan lipstik merah。

BACA JUGA: